Apabila
kita menyimpulkan dengan pikiran dan kejernihan hati, maka kita dapat
mengatakan bahwa tujuan yang utama dari seluruh ibadah kita akan mengarah
kepada pengetahuan tentang Allah serta mengenal hakikat perkara perkara haq.
Namun Pengetahuan (
ilmu ) itu tidak akan dapat diperoleh selama manusia tidak menyadari akan
kelemahannya, artinya manusia harus menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah
yang lemah dan tida daya serta kekuatan apapun kecuali dari Allah SWT.
.

Keberuntungan
hanya dapat diraih manakala manusia dapat melawan hawa nafsunya yakni dengan
cara Mujahadah Nafsiyah, sebagaimana
firman Allah yang artinya
“Dan
orang-orang yang mencegah jiwa dari hawa nafsunya, maka baginya surga sebagai
tempat kembali “ (QS: An-Naazi’at 40-41)
Diantara yang termasuk
Mujahadah itu adalah dzikir dan puasa.
Hendaklah membiasakan untuk mengosongkan perut agar hati menjadi jernih,
karena perut yang terlalu kenyang akan menjadikan hawa nafsu dan syahwat
menjadi kuat, sehingga dapat menimbulkan maksiat lahir dan bathin dan pada
gilirannya nanti dapat menyebabkan hati menjadi keras. Rasulullah saw bersabda “ Barang siapa yang
perutnya selalu kenyang dan banyak tidur, maka akan keras hatinya “.
Syekh
Syaqiq al-Balkhi mengatakan bahwa ibadah itu merupakan sebuah pekerjaan,
tokonya adalah berkholwat dan peralatannya adalah lapar. Hati yang keras akan dapat menghalangi
nikmatnya berdzikrullah. Walaupun
lisannya banyak berdzikir namun hati tidak mendapatkan pengaruh apa-apa,
seakan-akan dihatinya ada suatu penghalang.
Sebaliknya hati yang lembut karena sering berpuasa akan mudah untuk
merasakan nikmatnya dzikir.
Ar-Rayyan adalah sebuah
pintu dari salah satu pintu-pintu di surga, untuk masuknya ahli puasa. Membiasakan lapar (puasa) berarti mengetuk
pintu surge itu. Sayyidah ‘Aisyah
berkata, “ aku pernah mendengar Rasulullah bersabda : “ Biasakanlah
mengetuk pintu surga maka tentu dibukakan untukmu”. Aku bertanya, bagaimana kami dapat
membiasakan mengetuk pintu surga..??? Beliau lalu bersabda “ Dengan
lapar dan haus (puasa) “

Di kutip dari Majalah Mahkota Shufi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar