Kata Kita

SELAMAT DATANG DI BLOG KITA, TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

Jumat, 21 September 2012

MENGETUK PINTU SURGA

Apabila kita menyimpulkan dengan pikiran dan kejernihan hati, maka kita dapat mengatakan bahwa tujuan yang utama dari seluruh ibadah kita akan mengarah kepada pengetahuan tentang Allah serta mengenal hakikat perkara perkara haq.
Namun Pengetahuan ( ilmu ) itu tidak akan dapat diperoleh selama manusia tidak menyadari akan kelemahannya, artinya manusia harus menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah yang lemah dan tida daya serta kekuatan apapun kecuali dari Allah SWT.
.010.jpg
Keberuntungan hanya dapat diraih manakala manusia dapat melawan hawa nafsunya yakni dengan cara Mujahadah Nafsiyah, sebagaimana firman Allah yang artinya
Dan orang-orang yang mencegah jiwa dari hawa nafsunya, maka baginya surga sebagai tempat kembali “ (QS: An-Naazi’at 40-41)
Diantara yang termasuk Mujahadah itu adalah dzikir dan puasa.  Hendaklah membiasakan untuk mengosongkan perut agar hati menjadi jernih, karena perut yang terlalu kenyang akan menjadikan hawa nafsu dan syahwat menjadi kuat, sehingga dapat menimbulkan maksiat lahir dan bathin dan pada gilirannya nanti dapat menyebabkan hati menjadi keras.  Rasulullah saw bersabda “ Barang siapa yang perutnya selalu kenyang dan banyak tidur, maka akan keras hatinya “.
Syekh Syaqiq al-Balkhi mengatakan bahwa ibadah itu merupakan sebuah pekerjaan, tokonya adalah berkholwat dan peralatannya adalah lapar.  Hati yang keras akan dapat menghalangi nikmatnya berdzikrullah.  Walaupun lisannya banyak berdzikir namun hati tidak mendapatkan pengaruh apa-apa, seakan-akan dihatinya ada suatu penghalang.  Sebaliknya hati yang lembut karena sering berpuasa akan mudah untuk merasakan nikmatnya dzikir.
Ar-Rayyan adalah sebuah pintu dari salah satu pintu-pintu di surga, untuk masuknya ahli puasa.  Membiasakan lapar (puasa) berarti mengetuk pintu surge itu.  Sayyidah ‘Aisyah berkata, “ aku pernah mendengar Rasulullah bersabda : “ Biasakanlah mengetuk pintu surga maka tentu dibukakan untukmu”.  Aku bertanya, bagaimana kami dapat membiasakan mengetuk pintu surga..??? Beliau lalu bersabda “ Dengan lapar dan haus (puasa) “
 
b-artistic.jpg



Di kutip dari Majalah Mahkota Shufi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar